Diantara Sore resmi memperkenalkan diri sebagai ruang kreatif baru di Jakarta Selatan dengan mengusung konsep Coffee, Bar, Eatery & Creative Hub. Kehadirannya ditandai melalui agenda soft launching (10/9/2026) yang digelar bersama Circle Gigs, sebuah wadah yang mempertemukan komunitas dan pelaku kreatif melalui musik serta berbagai karya.

Berlokasi di Jl. Gandaria 1 No.85, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Diantara Sore tidak hanya menawarkan tempat untuk menikmati makanan dan minuman. Ruang ini dirancang sebagai tempat bertemunya ide, karya, komunitas, musisi, hingga berbagai pelaku industri kreatif dalam suasana yang hangat dan terbuka.
Diantara Sore, Bukan Sekadar Tempat Nongkrong
Mengusung gagasan bahwa sebuah tempat dapat memiliki arti lebih ketika mampu mempertemukan orang, ide, dan karya, Diantara Sore memadukan pengalaman kuliner dengan aktivitas kreatif.
Konsep Coffee, Bar, Eatery & Creative Hub yang dibawa Diantara Sore membuka ruang bagi beragam aktivitas, mulai dari musik, audio visual, film, literasi, hingga kegiatan komunitas.
Dengan suasana yang nyaman dan memiliki karakter, Diantara Sore ingin menjadi ruang yang memungkinkan masyarakat untuk berdiskusi, berkarya, berkolaborasi, maupun sekadar menikmati waktu di tengah kesibukan sehari-hari.
Menurut Memet, Chief Business Officer (CBO) Otak Kanan Nusantara (OKN), perusahaan yang menaungi lini bisnis Diantara Sore, nama tersebut memiliki filosofi tersendiri.
“Nama Diantara Sore sendiri membawa filosofi tentang sebuah ruang dan waktu untuk berhenti sejenak. Sore menjadi simbol sebuah momen peralihan ketika aktivitas mulai melambat, orang memiliki kesempatan untuk bertemu, berbincang, menikmati karya, dan menemukan inspirasi baru,” kata Memet.
Musik Menjadi Titik Pertemuan Komunitas Kreatif
Kolaborasi Diantara Sore bersama Circle Gigs dalam agenda soft launching menjadi salah satu langkah awal untuk membangun ekosistem kreatif tersebut.
Sejumlah band yang memiliki karya dan identitas musikal masing-masing turut hadir dalam agenda tersebut. Penampilan para musisi tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan ruang apresiasi dan ruang tumbuh bagi pelaku musik serta komunitas kreatif.
Melalui kegiatan ini, Diantara Sore ingin mempertemukan musisi, komunitas, penikmat musik, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kreatif.
Circle Gigs turut membawa gagasan bahwa musik dapat menjadi pintu masuk untuk mempertemukan berbagai komunitas dan subkultur kreatif.
“Kami ingin Diantara Sore menjadi tempat yang hidup. Bukan hanya orang datang untuk makan atau minum, tetapi ada karya, ada pertemuan, ada komunitas, dan ada sesuatu yang bisa dibawa pulang dari setiap kunjungan,” ujar Memet.
Membuka Ruang Kolaborasi untuk Kreator
Soft launching bersama Circle Gigs menjadi momentum awal bagi Diantara Sore untuk memperkenalkan konsepnya kepada publik.
Ke depan, Diantara Sore akan terus membuka peluang kolaborasi dengan musisi, komunitas, kreator, filmmaker, seniman, serta berbagai pelaku industri kreatif lainnya.
“Karena bagi Diantara Sore, setiap karya membutuhkan ruang, setiap komunitas membutuhkan tempat untuk bertemu, dan setiap pertemuan bisa menjadi awal dari sebuah cerita,” ucap Memet.
Dengan konsep yang memadukan kuliner dan kreativitas, Diantara Sore Jakarta Selatan hadir untuk menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dan ekosistem kreatif. Kehadirannya membawa visi untuk mendukung pertumbuhan aktivitas kreatif melalui musik, audio visual, film, literasi, komunitas, serta berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
